Warga BCP 2 Ciruas Ajukan Tuntutan Kepada Pt.Hamparan Graha Pratama

Warga BCP 2 Ciruas Ajukan Tuntutan Kepada Pt.Hamparan Graha Pratama

KAB SERANG (Banten) Bottlestbistro.com | Empat tahun terakhir warga Perum Bumi Ciruas Permai (BCP-2) Desa Ranjeng Kec Ciruas Kab Serang menjadi wilayah langganan banjir dan puncaknya pada tahun 2020 dimana banjir terjadi sampai tiga kali yaitu dibulan Februari,Maret dan Mei dengan kedalaman bervariasi antara 20cm sampai dengan 150cm.

Hal tersebut terungkap saat awak media bincang-bincang dengan Pipin Wahyudin warga RW 06,terkait soal banjir yang kerap terjadi di lingkungannya, Rabu (08/07/2020).

Coba bayangkan Pak, empat tahun berturut-turut lingkungan kami menjadi langganan banjir dan tidak ada tindakan dari pihak pengembang (Pt.Hamparan-red) untuk mencari solusinya, ujarnya.

Lanjut Pipin, atas dasar itu kami warga perumahan Bumi Ciruas Permai 2 (dua) membentuk tim 9 (sembilan) yang terdiri atas Ketua Rt dan Rw, anggota BPD serta perwakilan tokoh masyarakat melayangkan tuntutan dalam bentuk proposal penanganan banjir yang terdiri atas : pembayaran konpensasi dampak banjir,normalisasi sungai,pembuatan lubang biopori,pembuatan sumur resapan dan pembuatan waduk.

Pipin menambahkan, jika pihak pengembang tidak mampu lakukan itu maka kami minta agar secepatnya seluruh fasos dan fasum diserahkan ke pemda Kab Serang.

Kemarin Selasa (07/07/2020), kami di undang Camat Ciruas (Drs. Eri Suhaeri. Msi-red) untuk membicarakan sebagian dari isi proposal diantaranya normalisasi sungai dan pembuatan sumur resapan.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan warga BCP 2,anggota BPD, Pjs Desa Ranjeng (Komarudin. SE-red), Kabid Pengairan Kab Serang dan Camat Ciruas selaku tuan rumah, ungkap Pipin.

Masih kata Pipin, progres dari pertemuan itu besok pagi, Kamis (09/07/2020) tim 9 (sembilan) didampingi Camat Ciruas, dan pihak pengembang diundang Dinas PUPR Kab Serang untuk membahas penanggulangan banjir,dan pada siang harinya di kantor PU bid pengairan akan ada presentasi soal normalisasi sungai dan pembuatan sumur resapan.

Persoalan banjir langganan ini juga tidak luput dari perhatian Indra Geni selaku anggota Badan Permusyawaratan Desa Ranjeng, dimana dirinya juga merasakan hal yang sama.

Pengembang perumahan kerap tidak patuh dalam menyediakan dan menyerahkan aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum-red) kepada Pemerintahan Daerah. Hal itu justru menghambat pengelolaan aset fasos fasum yang mestinya bisa dirasakan masyarakat, jelas Indra.

Pertemuan besok (Kamis-red) mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh warga, harapnya.

Dan sebagai anggota BPD yang merupakan unsur keterwakilan dari warga tentunya memiliki tanggung jawab untuk mengawal proposal ini sampai maksimal hasilnya ,‚ÄĚtutur Indra penuh semangat.

Persoalan banjir harus tuntas di tahun ini, semua upaya akan kami kerahkan agar perumahan BCP 2 bebas banjir, pungkasnya. (Yusa)

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online

Be the first to comment

Leave a Reply