Netmonk, Aplikasi Terbaik Untuk Me-Monitoring Jaringan

Banyak perusahaan besar saat ini bergantung pada listrik dan jaringan. Listrik sebagai pemasok daya serta jaringan sebagai penghubung komputer dengan internet dan penghubung satu komputer dengan komputer lainnya dalam satu wilayah. Terlebih jikalau perusahaan besar, pastinya memiliki banyak pekerja yang masing-masing mempunyai satu unit komputer atau laptop.

Komputer tersebut tentunya harus tetap terhubung dengan jaringan yang ada, terutama dikala jam kerja Kenapa? Karena sekarang yaitu masa kerja sama, dikala satu pegawai dengan pegawai lain bisa terhubung dalam satu jaringan tertentu.

Tujuannya tentu agar lebih gampang koordinasi dan lebih mudah mengirimkan data. Jangan lupakan juga, perusahaan juga harus tetap memastikan jaringan internet di perusahaan dan tidak didominasi oleh satu client.

Hal ini dilakukan supaya semua pengguna (pekerja) dalam satu jaringan mendapatkan porsinya yang adil. Selain itu, jaringan tetap harus dipantau karena bisa jadi ada berbagai problem saat kemudian lintas data berlangsung yang memperlihatkan beban pada router atau ada banyak sekali problem pada WLAN (Wireless Local Area Network). 

Tugas untuk memantau jaringan tersebut biasanya dilakukan oleh seorang network engineer. Dialah yang bertanggung jawab wacana jaringan di perusahaan. Dia juga yang memastikan jika semua jaringan sudah terhubung dan mempunyai yang performa yang baik.

Masalahnya, network engineer yakni manusia yang tentu memiliki keterbatasan dalam memantau aktivitas jaringan terus-menerus. Belum lagi, bila SDM (sumber daya insan) yang ada di perusahaan memiliki network engineer yang terbatas.

Keterbatasan tersebut bisa jadi penghambat bila ada problem jaringan di perusahaan. Seorang, network engineer tentu bisa mengatasi permasalahan jaringan tersebut. Hanya saja tentu akan lebih baik kalau perusahaan menggunakan aplikasi sejenis network monitoring semoga pekerjaan seorang network engineer mampu lebih gampang.

Network Monitoring Tool NetMonk

netmonk

Salah satu network monitoring tool yang mampu dipakai yaitu NetMonk. NetMonk merupakan layanan atau tool untuk memonitor jaringan yang memanfaatkan analitik. Kehadiran NetMonk dapat membantu peran dan tim operasional IT dalam mengelola, mengaudit, serta merencanakan investasi infrastruktur jaringan..

Dengan NetMonk, perusahaan tidak akan lagi khawatir tentang banyak sekali duduk perkara yang berkaitan dengan jaringan. Mengapa? Karena NetMonk bisa memperlihatkan data terkait performa dan duduk perkara yang berhubungan dengan jaringan dan perangkat pendukungnya.

Contohnya yaitu memantau performa dari satu perangkat akan mengalami problem. Misalnya yakni router. Dengan Netmonk, perusahaan mampu memprediksi kapan router akan mengalami masalah. Data ini terperinci bakalan membantu sebagai antisipasi jikalau nantinya router mengalami problem, pihak perusahaan bisa pribadi mengganti router atau memperbaiki router saat itu juga.

Bayangkan kalau pihak perusahaan tidak mengetahui kapan router bermasalah. Hal ini akan membuat perusahaan mengalami kerugian waktu sebab kerusakan perangkat yang tidak terduga. Dengan fitur yang disebut Predictive Analytics, hal tersebut mampu diatasi dengan NetMonk.

NetMonk juga bisa membantu berbagai problem yang berkaitan jaringan lainnya. Contohnya adalah masalah pada server, mengatasi kurangnya kapasitas penyimpanan, dan permasalahan yang berkaitan dengan jaringan lainnya.

Dalam menjalankan kerjanya, NetMonk menjalankan dua protokol. Yang pertama yaitu protokol ICMP yang berfungsi untuk mendeteksi lancar tidaknya koneksi ke arah perangkat. Yang kedua yakni protokol SNMP yang bekerja untuk menerima data berupa isu dari perangkat seperti kemudian lintas (traffic), konfigurasi alamat IP, dan juga uptime perangkat.

NetMonk memanfaatkan protokol ICMP dan SNMP untuk me-monitoring perangkat. Protokol ICMP dipakai untuk mendeteksi apakah koneksi ke arah perangkat yang dimonitor lancar (UP).

SNMP digunakan sebagai protokol untuk mengambil informasi-info dari perangkat seperti trafik, konfigurasi alamat IP perangkat, dan uptime perangkat. Saat ini sedang dalam pengembangan juga agar NetMonk mendukung protokol NetFlow untuk monitoring trafik yang lebih detail.

Fitur NetMonk

netmonk

Sebagai sebuah tool untuk memonitor jaringan, NetMonk memiliki banyak sekali fitur yang menciptakan produk ini menarik.. Beberapa fitur yang ditawarkan oleh NetMonk ialah sebagai berikut. :

  • Real Time Notification

NetMonk memperlihatkan fitur real time notification. Fitur ini memungkinkan NetMonk menunjukkan pemberitahuan saat itu juga kepada eksekutif atau network engineer yang mengelola NetMonk.

Jika ada dilema yang berkaitan dengan jaringan yang dikelola, ketika itu akan muncul notifikasi atau pemberitahuan langsung. Notifikasi eksklusif ini bertujuan biar pengelola dapat langsung melakukan analisis terhadap masalah jaringan dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.

  • Alarm Pengingat

NetMonk mempunyai fitur alarm pengingat yang akan langsung dikirim ke grup telegram maupun individu. Berkat alarm pengingat ini, kondisi jaringan tidak harus selalu dipantau tiap waktu. Hal ini terperinci lebih efektif dan memudahkan kerja network engineer. 

  •  Dashboard Operasional dan Managerial

NetMonk mempunyai fitur dashboard untuk operasional yang dipakai untuk memantau, mengelola, dan memperhatikan perangkat jaringan. Contohnya yakni untuk memantau kondisi hidup tidaknya (on/off) suatu perangkat, penggunaan sumber data tertentu, dan persentase penggunaan jaringan yang terlalu tinggi.

NetMonk juga menyediakan dashboard untuk managerial. Sesuai namanya, dashboard ini khusus untuk manager IT (atau jabatan setingkatnya). Tampilan dashboard ini diubahsesuaikan supaya lebih ringkas yang dapat ditampilkan di ruangan NOC atau Network Operation Center.

  •  Laporan dalam Bentuk PDF

NetMonk menghadirkan fitur yang sangat memiliki kegunaan, adalah fitur untuk mengubah kondisi jaringan dalam era tertentu dalam bentuk PDF. Fitur ini tentu berguna sebagai bentuk laporan atas kondisi jaringan yang dikelola.

Fitur ini juga membantu untuk melihat kondisi jaringan dalam masa tertentu tanpa repot-repot mengeceknya satu-satu. Cukup dengan memilih bagian reporting di dashboard, menentukan jenis data yang ditampilkan mirip link, availibility, CPU, RAM, dan storage. Periode waktu juga bisa ditentukan dengan gampang lewat penentuan tanggal tertentu. Ada juga opsi lebih cepat seperti today,  yesterday, last week, dan last month. 

  •  Grafik Data Tahun Sebelumnya

NetMonk juga menyediakan fitur berupa grafik data. Grafik data ini bakalan mampu menampilkan riwayat data dalam jangka waktu tertentu. Rentang waktu maksimalnya hingga 2 tahun ke belakang.

  •  Trafik Tren Penggunaan Link

NetMonk memiliki fitur tren penggunaan link tertentu. Dengan fitur ini, NetMonk mampu menawarkan lalu lintas data dari jaringan yang sudah terkumpul secara bersiklus. Data tersebut nantinya dianalisis oleh NetMonk biar mampu mengetahui tren penggunaan link  dan seberapa usang penggunaan link tersebut hingga mencapai batas tertentu.

Keunggulan NetMonk Dibandingkan yang Lain

netmonk

Fitur yang ditawarkan oleh NetMonk tentu saja menarik. Tetapi mungkin timbul pertanyaan, mengapa harus NetMonk dan tidak menentukan layanan lain yang serupa? Untuk menjawabnya, berikut beberapa keunggulan yang membuat NetMonk lebih menarik dibandingkan tool serupa lainnya.

1. Memiliki Fitur yang Lengkap

NetMonk merupakan aplikasi monitoring jaringan yang merupakan karya anak bangsa. Layanan ini mempunyai fitur yang tergolong lengkap dibandingkan pesaing. Beberapa fitur yang menarik yang ditawarkan oleh NetMonk yakni antarmuka yang lebih dekat, data yang yang realtime, serta forecasting analytics. 

Selain itu, NetMonk juga menyediakan customize feature. Fitur ini memungkinkan pengguna NetMonk memilih fitur yang diinginkan sesuai kebutuhan. Dengan pemilihan fitur ini, jelas menciptakan pengguna hanya menggunakan fitur yang diperlukan dan memanfaatkanya secara maksimal.

2. Bisa Dicoba Gratis

NetMonk merupakan aplikasi untuk memonitor jaringan yang berbayar. Namun, menariknya sebelum pengguna menggunakan NetMonk, pengguna mampu menggunakan NetMonk dengan sistem free trial selama satu bulan penuh. Selain itu, NetMonk, juga menyediakan demo yang menerangkan cara kerja aplikasi atau layanan NetMonk ini.

Dengan hadirnya layanan coba gratis dan demo, tentu akan memberikan citra terbaik sebelum pengguna benar-benar memakai layanan ini. Bila dirasa menarik, tentu pengguna bisa lanjut memakai versi berbayar. Bandingkan dengan layanan lain yang sejenis yang berbayar, belum tentu memberikan fitur coba gratis.

3. Harga Lebih Bersahabat

Meskipun berbayar, NetMonk menawarkan harga yang lebih akrab dan tidak menguras kas perusahaan begitu besar. Harga yang ditawarkan oleh NetMonk sebanding dengan fitur lengkap yang dimiliki NetMonk.

Dengan berbagai fitur dan keunggulan yang ditawarkan NetMonk, tentu NetMonk ini mampu dianggap sebagai aplikasi monitoring jaringan yang cantik dan layak dipilih.

Hadirnya NetMonk tentu bisa jadi solusi yang menarik, terutama bagi perusahaan yang ingin sistem jaringan yang dimilikinya kondusif dan bisa meminimalisir aneka macam gangguan yang mampu menurunkan produktivitas pekerjaan.

Tertarik menggunakan NetMonk? Silakan kunjungi situs Netmonk.id untuk mengetahui info terkait aplikasi monitoring jaringan ini. Jika masih ragu membeli, bisa mencoba fitur demo terlebih dahulu untuk melihat garis besar dari layanan ini.

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online