Inilah Cara Kalibrasi Baterai Android Yang Gampang Dilakukan

Baterai merupakan salah satu komponen utama sebuah HP dan perangkat-perangkat portabel modern lainnya. Baterai yang dipakai oleh HP adalah baterai yang dapat diisi ulang. Hanya saja, baterai tersebut tidak dapat digunakan selamanya alias mempunyai abad pakai.

Seiring berjalannya waktu, masa pakai baterai akan terus berkurang. Apalagi kalau perangkat digunakan terlalu berlebihan setiap harinya, maka abad pakainya bisa lebih cepat menurun.

Sistem pada perangkat gres umumnya bisa membaca status baterai dengan sempurna. Tapi ketika baterai mulai bermasalah, sistem kemungkinan mampu mengalami kesulitan membaca status baterai secara akurat. Jika hal itu terjadi, baterai mungkin sudah waktunya untuk dikalibrasi.

Apa Itu Kalibrasi Baterai?

* sumber: pixabay.com

Pengguna smartphone dengan OS Android dapat mengetahui status baterai perangkat yang digunakannya. Hanya saja sistem tidak selamanya akurat dalam membaca status baterai.

Ada kalanya data yang ditampilkan kadang tidak sesuai dengan seharusnya. Misal, status baterai memberikan jika daya masih tersedia 90% dan dapat bertahan sampai 12 jam ke depan, tapi ternyata ponsel mati tidak usang lalu alasannya kehabisan daya.

Jika Anda mengalami hal semacam ini, maka Anda bisa melakukan kalibrasi pada baterai HP Android yang Anda gunakan. Lalu apa yang dimaksud dengan kalibrasi baterai? Singkatnya kalibrasi baterai adalah proses normalisasi baterai supaya status real-nya kembali dapat dibaca oleh sistem dengan akurat.

Perlukah Mengalibrasi Baterai?

* sumber: picryl.com

Sebelumnya Anda perlu mengidentifikasi mengapa kinerja baterai HP Anda menurun, apakah itu alasannya adalah kalibrasi sistem Android atau baterai itu sendiri? Jika sistem mengalami gagal baca status baterai dengan tepat maka kalibrasi mungkin dibutuhkan. Sebaliknya, kalau baterai benar-benar sudah rusak, maka jalan terbaiknya adalah dengan menggantinya.

Cara mengalibrasi baterai HP cukup mudah dilakukan sendiri tanpa perlu datang ke sentra layanan perangkat. Selain itu, hasil kalibrasi baterai juga mungkin mampu membantu Anda dalam menentukan apakah sebaiknya membeli perangkat gres atau tidak.

Hanya saja perlu diingat bahwa mengalibrasi baterai tidak akan meningkatkan kinerja baterai, melainkan hanya membantu sistem membaca status baterai dengan akurat sekali lagi.

Cara Kalibrasi Baterai Android

Mengalibrasi baterai Android dapat dilakukan dengan beberapa cara, baik dengan akses root maupun tidak. Perlu dicatat bahwa tidak ada standar baku untuk kalibrasi baterai Android ini, baik dari pabrikan perangkat maupun dari produsen baterai itu sendiri. Berikut yakni dua cara kalibrasi baterai Android yang dapat Anda coba.

1. Tanpa Akses Root

* sumber: commons.wikimedia.org

Cara kalibrasi baterai Android yang paling sederhana dan cukup umum dilakukan yakni dengan mengisi baterai hingga penuh lalu mencabutnya (bukan melepas baterai, tapi memutus pengisiannya). Cara ini mampu Anda lakukan tanpa memerlukan saluran root, sehingga lebih gampang dan cepat. Berikut ialah langkah-langkahnya.

  • Biarkan perangkat Anda kehabisan baterai hingga mati dengan sendirinya.
  • Isi baterai tanpa menghidupkan perangkat dan biarkan terisi penuh sampai indikator layar menawarkan angka 100%.
  • Cabut perangkat dari pengisi daya.
  • Hidupkan perangkat. Jika ternyata indikator baterai pada layar tidak memperlihatkan angka 100%, isi kembali baterai hingga indikator memberikan angka 100%. Biarkan perangkat Anda tetap hidup.
  • Cabut perangkat dari pengisi daya lalu restart.  Jika indikator baterai kembali tidak menunjukkan angka 100%, kembali isi ulang baterai hingga 100%.
  • Anda mampu mengulangi siklus ini hingga indikator baterai menawarkan angka 100% sehabis perangkat di-restart tanpa tersambung ke pengisi daya.
  • Kemudian biarkan perangkat tanpa diisi ulang sampai daya baterainya kosong dan mati sendiri.
  • Selanjutnya adalah isi baterai sampai penuh sekali lagi tanpa interupsi apapun.

Nah, itulah cara kalibrasi baterai Android tanpa kanal root yang gampang dilakukan. Perlu dicatat bahwa tidak disarankan untuk melakukan proses ini secara teratur. Jika terlalu sering melaksanakan hal di atas, Anda bisa memiliki duduk perkara yang lebih besar dengan perangkat yang Anda gunakan.

Membiarkan baterai HP atau tablet Anda kosong hingga mengakibatkan perangkat mati merupakan hal yang tidak baik, begitu pun sebaliknya. Meskipun demikian ada kabar baik yang perlu Anda ketahui.

Disebutkan jikalau pengisian baterai di perangkat-perangkat modern akan mati secara otomatis dikala hal itu telah mencapai batas amannya. Selain itu, baterai tetap mempunyai daya cadangan meskipun perangkat tidak mau dihidupkan.

Sekali lagi, hanya lakukan kalibrasi baterai saat benar-benar diharapkan, sebab hal itu memiliki dampak negatif pada kala pakai baterai.

2. Dengan Akses Root

* sumber: pixabay.com

Cara mengalibrasi baterai Android juga mampu dilakukan dengan susukan root. Metode yang kedua ini intinya memiliki proses yang sama dengan metode tanpa root di atas, tapi di sini Anda harus memakai aplikasi pihak ketiga yang memerlukan susukan root untuk membuatnya lebih mahir.

Sayangnya disebutkan jikalau aplikasi pihak ketiga tersebut meminta daftar izin perangkat yang sangat luas. Jika cara ini menciptakan Anda khawatir akan keamanan perangkat yang Anda gunakan, sebaiknya jangan Anda lakukan. Meskipun kurang kami rekomendasikan, kami tetap menyajikan langkah-langkahnya di bawah ini.

  • Biarkan perangkat Anda kehabisan baterai hingga mati dengan sendirinya.
  • Isi baterai tanpa menghidupkan perangkat dan biarkan terisi penuh hingga indikator layar memperlihatkan angka 100%.
  • Cabut perangkat dari pengisi daya.
  • Hidupkan perangkat. Jika ternyata indikator baterai pada layar tidak menawarkan angka 100%, isi kembali baterai hingga indikator memperlihatkan angka 100%. Biarkan perangkat Anda tetap hidup.
  • Cabut perangkat dari pengisi daya kemudian restart.  Jika indikator baterai kembali tidak menawarkan angka 100%, kembali isi ulang baterai hingga 100%.
  • Anda dapat mengulangi siklus ini sampai indikator baterai menunjukkan angka 100% sesudah perangkat di-restart tanpa tersambung ke pengisi daya.
  • Selanjutnya install aplikasi Battery Calibration yang bisa Anda unduh di sini. Sebelum menjalankannya, pastikan indikator baterai perangkat Anda ada di angka 100%. Sesudah dijalankan, restart perangkat.
  • Setelah perangkat hidup kembali, segera jalankan aplikasi tadi dan kalibrasi ulang baterai perangkat Anda.
  • Setelah kalibrasi final, biarkan baterai perangkat Anda hingga kosong tanpa diisi ulang dan biarkan mati dengan sendirinya.
  • Kemudian isi ulang baterai hingga penuh sekali lagi dalam keadaan mati tanpa ada interupsi apapun. Selanjutnya persentase baterai sistem Android akan diatur ulang.

Nah, itulah cara lain mengalibrasi baterai Android dengan perlindungan aplikasi pihak ketiga yang memerlukan jalan masuk root. Sekali lagi kami kurang menyarankan cara ini alasannya adalah mampu jadi kurang aman bagi perangkat Anda.

Jika baterai HP atau tablet Android Anda memang sudah tidak mampu diandalkan, menggantinya dengan yang baru ialah solusi yang elok. Karena baterai HP zaman sekarang bersifat non-removable atau tidak mampu dilepas, Anda harus datang ke pusat layanan untuk menerima tunjangan.

Itulah beberapa cara kalibrasi baterai Android yang dapat Anda lakukan dengan gampang sendiri. Jika Anda mempunyai metode alternatif lain untuk memperbaiki persoalan baterai di atas, silahkan beritahu kami dan yang lainnya di kolom komentar.

Carisinyal telah membahas banyak berita menarik yang berkaitan dengan baterai, mirip ihwal 8 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Cara Mengatasinya dan 10 Cara Ngecas HP yang Benar agar Baterai Tahan Lama.

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online