Awas Tertipu! Ini Beliau 5 Perbedaan Hp Second Dan Rekondisi

Umumnya orang-orang lebih memilih untuk membeli ponsel baru daripada ponsel bekas atau rekondisi. Itu sebab ponsel gres tiba dalam kondisi yang baik, lengkap, dan bergaransi. Berbeda dengan ponsel bekas atau rekondisi yang kadang tidak dalam keadaan ‘utuh’ 100%.

Meskipun demikian, pasar ponsel bekas dan rekondisi masih memiliki peminat yang cukup besar, khususnya di Indonesia. Dengan harga yang lebih terjangkau dari ponsel gres, beberapa orang lebih memilih membeli ponsel bekas atau rekondisi biar mampu menghemat pengeluaran mereka.

Lalu apa yang membedakan antara ponsel bekas dan ponsel rekondisi (dalam kasus ini yaitu rekondisi pabrikan atau resmi)? Bukankah keduanya sama-sama produk yang telah dipakai? Nah, berikut ini Carisinyal akan membahas beberapa perbedaan antara ponsel bekas dan rekondisi agar kau bisa menentukan produk yang sesuai dengan cita-cita.

1. Pengertian

HP bekas

* sumber: www.piqsels.com

Dari namanya kita tahu kalau ponsel bekas berarti ponsel yang telah dipakai oleh orang lain, baik itu tangan pertama, kedua, dan seterusnya. Semua ponsel yang telah mengalami pergantian sparepart bukan oleh pabrikan resmi ponsel tersebut, maka ponsel tersebut biasanya hanya dapat dijual sebagai ponsel bekas.

Berbeda dengan ponsel rekondisi atau reconditioned/refurbished dalam istilah bahasa Inggris. Ponsel rekondisi mampu diartikan sebagai ponsel yang telah dimiliki dan dipakai oleh seseorang yang telah dikirim kembali alasannya suatu kesalahan dan telah diperbaiki oleh pabrikan, atau perusahaan yang diotorisasi oleh pabrikan untuk dijual kembali.

Ponsel rekondisi mampu dibedakan menjadi dua, yaitu rekondisi pabrikan dan rekondisi standar atau vendor. HP rekondisi pabrikan berarti perangkat tersebut diperbarui oleh pabrikan resmi, sementara HP rekondisi vendor berarti direkondisi oleh selain pabrikan. Di sini yang dibahas yaitu antara HP bekas dan HP rekondisi pabrikan.

Ingat, istilah “rekondisi pabrik/factory-reconditioned,” “rekondisi/reconditioned,” dan “refurbished” merujuk pada kondisi yang tidak jauh berbeda dan bisa saling tukar makna, namun kadang-kadang akan bervariasi tergantung pada produsen dan lini produk.

2. Kualitas

Kualitas

* sumber: publicdomainvectors.org

Kualitas sebuah ponsel bekas bisa bervariasi tergantung pemakaian pengguna sebelumnya. Ada kalanya ponsel bekas masih dalam kondisi yang manis karena hanya digunakan sesekali oleh penggunanya. Namun tak sedikit ponsel bekas yang dijual dalam keadaan yang cukup mengenaskan.

Kita tidak mampu menjamin apakah ponsel bekas yang dijual benar-benar dalam kondisi yang bagus atau tidak. Bisa saja seseorang menjual ponsel bekas dalam kondisi yang tidak baik meskipun ponsel tersebut hanya sesekali ia gunakan. Kita tidak bisa mengetahui hal tersebut sampai kita menyelidiki secara pribadi dan teliti.

Lain hal dengan ponsel rekondisi. Ketika calon ponsel rekondisi dikirim ke pabrikan atau dealer resmi, ponsel tersebut kemudian diperiksa apakah masih berfungsi atau tidak. Ponsel yang diverifikasi sebagai berfungsi akan dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Sementara jika ponsel tersebut perlu diperbaiki, maka perusahaan yang melakukan perbaikan mungkin perlu memakai komponen yang disetujui oleh pabrikan. Sebagai gantinya, ponsel tersebut biasanya akan diberikan garansi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua bagian ponsel tunduk pada batasan ini (ketentuan setiap pabrikan mungkin berbeda-beda).

3. Tingkatan Kualitas

Tingkat Kualitas

* sumber: buybacksolutions.net

Sekali lagi, sebuah ponsel bekas tidak mempunyai tingkatan kualitas yang niscaya. Untuk menarik perhatian pembeli, biasanya para penjual ponsel bekas akan menuliskan kualitas perangkat dalam persen pada kolom deskripsi (bila ditawarkan secara online melalui marketplace tertentu).

Namun tentu saja nilai tersebut juga tidak mampu menjamin kualitas perangkat bahu-membahu. Umumnya nilai yang diberikan hanyalah asumsi semata yang mampu berarti sesuai, lebih baik, atau bahkan lebih jelek. Semua itu mampu tergantung pada kejujuran si penjual.

Dalam masalah ponsel rekondisi, perangkat yang ditawarkan sering mempunyai tingkatan kualitas yang baku. Umumnya ponsel rekondisi dijual dalam tiga tingkatan kualitas, adalah grade A (menawarkan kualitas terbaik), grade B (menunjukkan kualitas baik), dan grade C (memberikan kualitas terendah dari perangkat yang diperbaharui).

Kita ambil teladan perangkat iPhone. iPhone rekondisi grade A berarti berada dalam kondisi yang sangat baik dan tidak memperlihatkan gejala penggunaan sebelumnya (minim lecet, gesekan dan tanda bekas pemakaian atau bahkan bebas dari semua itu).

Jika iPhone rekondisi grade A masih cukup mahal, kau mampu memilih iPhone rekondisi grade B dengan kualitas terbaik kedua yang bisa diharapkan. Ponsel rekondisi grade B dikirim ke pabrikan atau dealer untuk diuji secara menyeluruh dan dipastikan berfungsi. Namun ponsel tersebut mungkin mempunyai sedikit tabrakan ringan pada bab tubuh tertentu.

Yang terakhir ialah iPhone rekondisi grade C dengan kualitas paling rendah di antara grade yang lain, namun tentunya dijual lebih murah. Ponsel ini telah melalui pengujian dan dikonfirmasi berfungsi. Hanya saja ponsel rekondisi grade C cenderung menawarkan gejala penggunaan yang berat atau bahkan berlebihan oleh pemilik sebelumnya.

Penggunaan sistem grade atau kelas untuk ponsel rekondisi yakni yang paling umum di pasaran. Akan tetapi, tidak semua penjual menerapkan sistem tersebut. Ada kalanya mereka hanya menandai ponsel rekondisi dengan sebutan ‘excellent’ atau ‘mirip baru’ (setara dengan grade A) dan ‘good‘ atau ‘berfungsi normal’ yang setara dengan grade B.

4. Harga

Price

*

Sebuah ponsel dengan model X misalnya mampu mempunyai harga jual yang beda antara yang bekas dan rekondisi. Penjual ponsel bekas biasanya menawarkan harga yang sesuai dengan kondisi barang atau mengikuti harga pasaran.

Ponsel rekondisi dibanderol berdasarkan tingkatan kualitasnya. Tentunya sebelum menetapkan harga, pabrikan telah melakukan hitung-hitungan saat hendak memasarkan ponsel rekondisi mereka.

Adanya tingkatan kualitas pada ponsel rekondisi mampu membantu calon pembeli menyesuaikan budget yang mereka miliki. Selain itu, membeli ponsel rekondisi lebih menguntungkan alasannya adalah perangkat telah diperiksa dan diuji secara menyeluruh untuk memastikan mereka berfungsi dengan baik.

Tentu saja membeli ponsel bekas juga mampu lebih menguntungkan daripada membeli ponsel rekondisi. Jika si penjual menunjukkan barangnya di bawah harga pasar dan kita tahu jikalau barangnya dalam kondisi yang sangat bagus, itu adalah sebuah keuntungan. Namun hal mirip ini lebih sering untung-untungan.

5. Kelengkapan dan Garansi

Manfaatkan Garansi Printer

Kelengkapan sebuah ponsel bekas bisa berbeda satu sama lain dan hal ini kuat pada harga jualnya. Ada kalanya ponsel bekas dijual dengan kondisi aksesoris lengkap dan original. Namun tak sedikit yang hanya terdiri dari unit ponsel, pengisi daya dan kabel data atau bahkan hanya unit ponsel saja.

Begitu juga dengan garansi. Ada kalanya ponsel bekas mempunyai garansi yang masih panjang dan ada pula yang habis kurun garansinya. Hal ini mampu menunjukan seberapa usang perangkat tersebut telah digunakan.

Hal yang sama mampu terjadi pada ponsel rekondisi. Namun ponsel rekondisi biasanya dijual termasuk kabel atau pengisi daya. Juga tidak mampu dijamin apakah kau akan mendapatkan aksesoris yang lain yang pada awalnya dibundel dengan ponsel, seperti headphone dan casing.

Ponsel rekondisi juga mungkin tidak dijual dengan kemasan aslinya. Jika kamu membeli ponsel rekondisi, barang kemungkinan dikemas dalam kotak polos atau kemasan bermerek operator jaringan.

Garansi pada ponsel rekondisi dapat tergantung di mana kamu membeli barang tersebut. Jika kau membelinya dari jaringan atau penjual besar, kamu biasanya akan menerima garansi sampai 12 bulan. Makara, kau harus pilih-pilih daerah kalau ingin membeli ponsel rekondisi supaya mampu menerima garansi yang bernilai.

Nah, itulah beberapa perbedaan antara HP second atau bekas dengan HP rekondisi atau refurbished. Kualitas dan harga di antara keduanya mampu bervariasi. Ponsel bekas mampu saja lebih murah dan lebih baik dari ponsel rekondisi dan sebaliknya. Namun jaminan yang ditawarkan oleh ponsel rekondisi mampu dibilang lebih terperinci daripada ponsel bekas.

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online