5 Jenis Baterai Yang Paling Banyak Dipakai Di Dunia

Baterai ialah alat yang berfungsi sebagai penyimpan daya portabel. Dengan baterai, kita jadi mampu memakai banyak peralatan elektronika tanpa perlu terhubung ke sumber daya utama. Salah satu perangkat modern yang tidak bisa lepas dari baterai ialah smartphone yang kita gunakan sehari-hari.

Baterai dapat diklasifikasikan ke dalam aneka macam kategori dan jenis, mulai dari komposisi kimia, ukuran, faktor bentuk dan hal penggunaan. Akan tetapi, baterai umumnya dibedakan menjadi dua jenis utama, yakni baterai primer dan baterai sekunder.

Jika dipecah lagi, kedua jenis baterai itu memiliki banyak turunan. Nah, berikut ini Carisinyal akan membahas jenis-jenis baterai yang populer secara komersial.

1. Baterai Primer/Tidak Dapat Diisi Ulang

Baterai primer ialah jenis baterai yang tidak mampu diisi ulang begitu dayanya habis. Baterai primer terbuat dari sel-sel elektrokimia yang reaksi elektrokimianya tidak mampu diputar alias sekali pakai. Salah satu jenis baterai primer yang banyak dipakai yakni baterai alkaline.

Baterai primer tersedia dalam banyak sekali bentuk, mulai dari sel koin hingga baterai AA yang umum terdapat di pasaran. Mereka biasanya digunakan dalam aplikasi berdikari di mana pengisian tidak simpel atau mustahil.

Perangkat militer adalah contoh peralatan yang menggunakan baterai primer. Hal itu sebab tidak praktis rasanya kalau harus memakai baterai yang mampu diisi ulang. Bayangkan bagaimana susahnya seorang prajurit dikala harus mengisi ulang baterai ketika keadaan genting.

Baterai primer selalu mempunyai energi spesifik yang tinggi dan sistem yang dipakai dalam baterai tersebut selalu dirancang untuk mengonsumsi daya yang rendah semoga baterai bertahan selama mungkin. Pelacak binatang, jam tangan, remote control dan mainan anak-anak ialah teladan alat elektro lain yang memakai baterai primer.

2. Baterai Sekunder/Dapat Diisi Ulang

Baterai Sekunder

* sumber: commons.wikimedia.org

Baterai sekunder ialah baterai dengan sel elektrokimia yang reaksi kimianya mampu diputar dengan menerapkan tegangan tertentu pada baterai dengan arah terbalik. Oleh karena itu, daya pada baterai sekunder dapat diisi ulang dan dipakai kembali sampai kala pakainya habis.

Baterai jenis ini biasanya dipakai dalam peralatan yang menguras daya tinggi dan peralatan lainnya yang akan terlalu mahal atau tidak praktis jika harus memakai baterai sekali pakai.

Baterai sekunder berkapasitas kecil umumnya digunakan untuk memberi daya pada perangkat elektronik portabel seperti ponsel. Sementara yang berkapasitas besar dipakai untuk menjalankan beragam kendaraan listrik dan peralatan dengan peran berat lainnya, seperti penyamarataan beban dalam pembangkit listrik.

Meskipun biaya awal untuk memperoleh baterai yang dapat diisi ulang selalu jauh lebih tinggi daripada baterai primer, namun mereka ialah yang paling irit biaya untuk penggunaan jangka panjang.

Baterai sekunder dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi beberapa tipe lain menurut kimianya. Ini sangat penting alasannya adalah kimia menentukan beberapa atribut baterai, termasuk energi spesifik, siklus hidup, umur simpan, dan harga. Di bawah ini yaitu beberapa jenis baterai sekunder yang populer di pasaran.

  • Baterai Kadmium Nikel (NiCd)

Baterai Kadmium Nikel

* sumber: id.m.wikipedia.org

Cadmium Nikel (NiCd) ialah jenis baterai yang dapat diisi ulang dan dipakai untuk peralatan elektronika portabel. Komponen aktif yang terdapat di dalam baterai NiCd adalah nikel hidroksida (NiOOH) dalam elektroda kasatmata dan kadmium (Cd) dalam elektroda negatif. Sedangkan untuk elektrolit, yang biasa dipakai yaitu kalium hidroksida (KOH).

Karena resistansi internal yang rendah dan sifat konduktor arus yang sangat baik, baterai NiCd dapat memasok arus yang sangat tinggi dan mampu diisi ulang dengan cepat. Sel-sel ini mampu mempertahankan suhu hingga -20 ° C.

Pemilihan separator (nilon atau polipropilen) dan elektrolit (KOH, LiOH, NaOH) memengaruhi kondisi tegangan jika terjadi pelepasan arus yang tinggi, masa pakai dan kemampuan pengisian yang berlebihan. Dalam kasus penyalahgunaan, tekanan yang sangat tinggi dapat muncul dengan cepat.

Untuk alasan ini, sel membutuhkan katup pengaman. Sel NiCd umumnya memperlihatkan era kerja yang panjang sehingga tingkat ekonomisnya tinggi.

Sel NiCd mampu diperoleh dalam aneka macam ukuran, dan seringkali paket baterai NiCd khusus mampu diproduksi untuk item tertentu dari peralatan elektro. Namun sel NiCd yang paling terkenal yakni sel dalam ukuran baterai atau sel standar: paket sel AAA, AA, C, dan D.

  • Baterai Nikel-Logam Hidrida (Ni-MH)

Nikel Logam Hidrida (Ni-MH)

* sumber: commons.wikimedia.org

Nikel Logam Hidrida (Ni-MH) adalah jenis lain dari konfigurasi kimia yang dipakai untuk baterai isi ulang. Reaksi kimia pada elektroda faktual baterai ini seperti dengan sel nikel-kadmium (NiCd), di mana keduanya menggunakan nikel oksida hidroksida (NiOOH) yang sama.

Akan tetapi, elektroda negatif di baterai Nikel Logam Hidrida menggunakan logam penyerap hidrogen, bukan kadmium yang digunakan dalam baterai NiCd.

Baterai NiMH biasanya dipakai dalam perangkat dengan drainase tinggi karena mempunyai kapasitas dan kepadatan energi yang tinggi pula. Kapasitas baterai ini mampu dua hingga tiga kali lebih besar dari baterai NiCd dengan ukuran yang sama. Sementara itu, kepadatan energinya mampu mendekati baterai lithium-ion.

  • Baterai Lithium Ion (Li-Ion)

Baterai Lithium Ion

* sumber: commons.wikimedia.org

Lithium Ion atau Li-Ion yakni salah satu jenis baterai isi ulang yang paling populer. Mereka ditemukan di banyak sekali peralatan portabel yang berbeda seperti ponsel, perangkat-perangkat pintar (smart devices) dan beberapa peralatan baterai lainnya yang digunakan di rumah. Baterai ini juga digunakan di beberapa peralatan luar angkasa dan militer karena sifatnya yang ringan.

Disebut Lithium Ion alasannya bahan elektroda negatif (anoda) dan elektroda kasatmata (katoda) di dalam baterai ini berfungsi sebagai inang atau host untuk ion lithium (Li +). Ion lithium dari elektroda negatif tersebut bermigrasi ke elektroda kasatmata selama pelepasan dan bermigrasi kembali ke elektroda negatif saat baterai sedang diisi ulang.

Voltase yang dimiliki oleh sebagian besar sel ion lithium komersial berada di kisaran 3,0 V (baterai habis atau 0% SOC) sampai 4,2 V (terisi penuh, atau 100% SOC).

  • Baterai Asam Timbal

Baterai timbal asam

*Sumber: https://www.flickr.com/photos/free-stock/

Baterai timbal asam ialah sumber tenaga mahir berbiaya rendah yang digunakan dalam peralatan dengan peran berat. Mereka biasanya sangat besar dan alasannya adalah beratnya, mereka selalu digunakan dalam alat-alat non-portabel seperti penyimpanan energi panel surya, pengapian dan lampu kendaraan, daya cadangan dan penyamarataan beban dalam pembangkit / distribusi listrik.

Asam timbal adalah jenis baterai isi ulang tertua dan masih sangat relevan dan penting di dunia hingga saat ini. Baterai ini mempunyai rasio energi terhadap volume dan energi terhadap berat yang sangat rendah tetapi mempunyai rasio daya terhadap berat yang relatif besar sehingga balasannya dapat memasok arus lonjakan besar bila diperlukan.

Nah, itulah beberapa jenis baterai yang umum ditemukan di pasaran dunia. Selain daftar di atas, masih ada lagi jenis-jenis baterai lainnya yang berjumlah puluhan. Informasi lebih rinci mengenai jenis-jenis baterai mampu Anda dapatkan di sini.

Carisinyal telah menulis bermacam-macam artikel menarik mengenai baterai, seperti merk baterai yang paling elok di Indonesia, rekomendasi merk baterai isi ulang, dan lain sebagainya.

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online