14 Jenis Colokan Listrik Di Seluruh Dunia Yang Perlu Diketahui

Saat kamu hendak jalan-jalan ke luar negeri, salah satu hal penting yang harus kau perhatikan adalah colokan listrik. Hal itu alasannya adalah setiap negara di dunia ini memakai jenis colokan listrik yang berbeda-beda. Makara, biar kamu tidak kesulitan ketika akan mengisi ulang baterai gadget yang kamu bawa, kamu perlu membawa travel adapter yang kompatibel dengan colokan listrik di negara yang kau kunjungi.

Di dunia ini kira-kira terdapat 14 jenis colokan listrik yang dipakai di aneka macam negara. Meskipun sebuah travel adapter mampu dipakai untuk banyak colokan listrik, kau tetap harus memperhatikan hal ini dengan baik agar travel adapter yang kamu bawa benar-benar cocok dengan colokan listrik di negara tujuanmu. Berikut yakni daftar 14 jenis colokan listrik atau steker di seluruh dunia yang perlu kau ketahui.

1. Colokan Tipe A

Colokan Tipe A

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe A adalah colokan ungrounded dengan dua pin paralel datar. Pin pada colokan Tipe A mempunyai lubang di akrab ujung yang pas dengan ‘tonjolan’ yang ditemukan pada kontak wiper dari beberapa soket. Dengan demikian, pin dapat dicengkeram lebih bersahabat biar terjadi kontak yang lebih baik serta menciptakan colokan tidak mudah lepas dari soket.

Colokan listrik tipe ini umumnya digunakan di Amerika Tengah dan Utara. Beberapa negara Asia juga ada yang menggunakan colokan Tipe A. Beberapa di antaranya adalah Jepang, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.

2. Colokan Tipe B

Colokan Tipe B

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe B memiliki dua pin paralel datar dan pin arde lingkaran. Pin arde lebih panjang dari dua lainnya sehingga perangkat terhubung ke ground sebelum daya tersambung.

Seperti halnya colokan Tipe A, colokan Tipe B juga banyak digunakan di negara-negara di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Colokan golongan 15 amp ini juga digunakan di sejumlah negara Asia, seperti Jepang, Laos, Taiwan, dan Thailand.

3. Colokan Tipe C

Colokan Tipe C

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe C adalah colokan dua kawat yang memiliki dua pin bulat. Colokan ini cocok dengan soket yang mendapatkan kontak bundar 4,0 – 4,8 mm pada sentra 19 mm. Mereka digantikan oleh soket E, F, J, K atau N yang bekerja dengan baik dengan colokan Tipe C. Steker ini umumnya terbatas untuk dipakai pada peralatan yang membutuhkan 2,5 amp atau kurang.

Colokan tipe ini umumnya digunakan di Eropa, dengan pengecualian Inggris, Irlandia, Siprus dan Malta. Selain itu, puluhan negara di benua Afrika, Asia (termasuk Indonesia), dan Amerika juga banyak yang menggunakan colokan Tipe C.

4. Colokan Tipe D

Colokan Tipe D

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe D memiliki tiga pin bulat besar dalam pola segitiga. Colokan Tipe M sering digunakan bersama dengan colokan Tipe D untuk peralatan yang lebih besar. Sebagai karenanya, beberapa soket berfungsi dengan colokan Tipe D dan Tipe M.

Colokan golongan 5 amp ini umumnya dipakai di tempat Asia Selatan mirip Bangladesh, India, Maladewa, Pakistan hingga negara-negara di benua Afrika seperti Afrika Selatan dan Nigeria.

5. Colokan Tipe E

Colokan Tipe E

* sumber: www.iec.ch

Colokan listrik Tipe E mempunyai dua pin lingkaran 4,8 mm yang berjarak 19 mm dan sebuah lubang untuk soket yang memiliki pin pembumian male. Colokan tipe ini mempunyai bentuk bulat dan soket Tipe E memiliki reses bulat.

Colokan golongan 16 amp ini banyak digunakan di negara-negara Afrika mirip Kamerun, Pantai Gading, Ethiopia, dan Madagaskar. Sejumlah negara di Eropa juga ada yang memakai colokan Tipe E, termasuk Belgia, Denmark, dan Polandia.

6. Colokan Tipe F

Colokan Tipe F

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe F mempunyai dua pin bulat 4,8 mm yang berjarak 19 mm. Sekilas colokan ini seperti dengan colokan Tipe E, namun colokan Tipe F mempunyai mempunyai dua klip arde di samping daripada kontak arde female.

Colokan golongan 16 amp ini sudah tidak aneh lagi sebab digunakan di Indonesia. Banyak negara lainnya di Afrika, Asia, dan Eropa yang memakai colokan listrik Tipe F, termasuk Korea Selatan, Libya, dan Rusia.

7. Colokan Tipe G

Colokan Tipe G

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe G mempunyai tiga bilah persegi panjang dalam acuan segitiga dan mempunyai sekering yang tergabung (biasanya sekering 3 amp untuk perangkat yang lebih kecil mirip komputer dan 13 sekering amp untuk perangkat bertugas berat mirip pemanas).

Inggris ialah salah satu negara yang menggunakan colokan listrik Tipe G. Pada soket Inggris ditemukan epilog jendela pada kontak yang hidup dan netral. Dengan demikian, benda gila tidak dapat dimasukkan ke dalamnya.

8. Colokan Tipe H

Colokan Tipe H

* sumber: www.iec.ch

Colokan golongan 16 amp ini memiliki dua pin datar dalam bentuk V serta sebuah pin landasan (ketika ini sedang dihapus untuk versi yang disematkan). Lubang-lubang pada soket Tipe H lebar di tengah sehingga dapat mengakomodasi versi yang disematkan dari colokan Tipe H serta colokan Tipe C.

9. Colokan Tipe I

Colokan Tipe I

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe I mempunyai dua pin datar dalam bentuk V serta sebuah pin arde. Terdapat pula versi plug yang hanya mempunyai dua pin datar. Australia, salah satu negara yang menggunakan colokan tipe ini mempunyai sistem colokan atau soket standar golongan 10 amp, tapi juga mempunyai konfigurasi steker / soket golongan 15 amp meskipun pin ground-nya lebih lebar. Colokan 10 amp standar akan masuk ke dalam soket 15 amp tetapi tidak sebaliknya.

10. Colokan Tipe J

Colokan Tipe J

* sumber: www.iec.ch

Steker golongan 10 amp ini memiliki dua pin lingkaran serta sebuah pin grounding. Meskipun terlihat sangat seperti dengan colokan Brasil Tipe N, colokan Tipe J tidak kompatibel dengan soket Tipe N. Itu karena pin ardenya lebih jauh dari garis tengah daripada pada Tipe N. Namun, colokan Tipe C sangat kompatibel dengan soket Tipe J.

11. Colokan Tipe K

Colokan Tipe K

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe K memiliki dua pin bulat serta pin arde. Colokan ini sekilas seperti dengan colokan Tipe F, namun colokan Tipe F mempunyai klip grounding alih-alih pin grounding. Contoh negara yang memakai colokan listrik tipe ini ialah Bangladesh, Denmark, dan Madagaskar.

12. Colokan Tipe L

Colokan Tipe L

* sumber: www.iec.ch

Colokan ini mempunyai dua golongan, yaitu golongan 10 amp dan golongan 16 amp. Versi 10 amp memiliki dua pin bundar yang tebalnya 4 mm dan berjarak 5,5 mm, dengan pin grounding di tengah. Versi 16 amp memiliki dua pin bulat yang tebalnya 5 mm, berjarak terpisah 8 mm, serta sebuah pin grounding.

13. Colokan Tipe M

Colokan Tipe M

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe M memiliki tiga pin bundar dalam acuan segitiga dan terlihat seperti dengan steker India Tipe D, tetapi pinnya jauh lebih besar. Colokan Tipe M kadang kala digunakan untuk peralatan yang lebih besar di negara-negara yang menggunakan colokan Tipe D, sehingga soket di negara-negara tersebut kadang-kadang berfungsi dengan colokan Tipe M.

14. Colokan Tipe N

Colokan Tipe N

* sumber: www.iec.ch

Colokan Tipe N juga mempunyai dua golongan, ialah 10 amp dan 20 amp. Versi 10 amp memiliki dua pin lingkaran yang tebalnya 4 mm serta sebuah pin grounding. Versi 20 amp yang dipakai untuk peralatan yang lebih berat mempunyai dua pin bundar berdiameter 4,8 mm, dan sebuah pin grounding.

Nah, itulah ke-14 colokan listrik yang dipakai di seluruh dunia. Tujuh colokan pertama ialah yang paling terkenal alasannya digunakan oleh banyak negara di dunia. Sedangkan tujuh colokan terakhir hanya digunakan di segelintir negara saja. Untuk berita lebih lanjut mengenai negara mana saja yang menggunakan colokan-colokan listrik di atas, silahkan kunjungi situs Komisi Elektroteknik Internasional.

About Faisal Pratama
Hanya Tukang Tulis Online